PENTAS WAYANG RRI PURWOKERTO

02/08/2017 BeritaBudaya

PENTAS WAYANG RRI PURWOKERTO 

Wayang/seni pedalangan  merupakan kebudayaan nasional  yang diwariskan  oleh nenek moyang Bangsa Indonesia. Wayang/seni pedalangan merupakan karya adiluhung sebagai hasil dari proses asimilasi dan akulturasi peradaban nenek moyang kita. Cerita atau kisah dalam pewayangan memiliki  nilai luhur  dan ajaran moral  yang dapat memberikan  pelajaran  bagi masyarakat Indonesia.

RRI 2

Pementasan dilaksanakan pada hari Sabtu, tanggal 29 Juli 2017 pukul 20.00 WIB sampai selesai. Dalang dalam pementasan ini adalah Ki Gunawan Suwati. Beliau adalah Anggota Pepadi Kabupaten Tegal yang beralamat di Desa Dukuhsalam, Slawi, Kabupaten Tegal. Pengalaman menjadi dalang dari tahun 1968 sampai sekarang. Lakon yang dibawakan yaitu “Bandhung Naga Sewu”. Pentas wayang RRI ini dihadiri oleh beberapa Kepala SKPD di lingkungan Pemerintah Kabupaten Tegal dan berbagai elemen masyarakat.

wayang3

Kegiatan ini dilakukan dalam upaya mewujudkan program Bupati Tegal yaitu unggul dengan 4 cinta, salah satunya adalah cinta budaya Tegal. Upaya yang dilakukan adalah  memelihara  dan mengembangkan  budaya dan kearifan lokal, menggali nilai-nilai luhur yang ada di masyarakat yang mengedepankan pengetahuan, seni budaya, bahasa Tegal dan industri kreatif. Salah satu bentuk kegiatannya adalah siaran wayang kulit, karena dapat memberikan energi positif bagi kita, diantaranya:

  1. Dengan siaran wayang kulit menunjukkan bukti bahwa kita telah melaksanakan upaya melestarikan kebudayaan nasional serta kesenian yang sesuai  dengan kepribadian  dan jati diri bangsa.
  2. Dapat memahami sifat-sifat kepahlawanan dan kejuangan dari Pandawa yang digambarkan dalam lakon “Bandhung Naga Sewu”, untuk selanjutnya dapat dimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari.
  3. Siaran wayang kulit mampu menjadi  tontonan  yang memberi hiburan rekreatif di tengah-tengah  kesibukan aktivitas  kerja sehingga terbebas dari kepenatan serta kejenuhan tugas.
  4. Siaran wayang kulit mampu memberikan tuntunan bagi pemirsanya  karena kita telah memahami bahwa dalam setiap lakon  dan cerita yang dipentaskan penuh dengan bimbingan dan ajaran tentang keimanan, kesusilaan, patriotisme, kebenaran dan rela berkorban serta aspek kehidupan kemanusiaan yang lain.

wayang 4